Usaha Manusia

Just another WordPress.com weblog

Kekagumanku pada 2 sosok Ibu

Semenjak dalam rahim dan sampai sekarang ini pasti aku telah mengenal sosok seorang Ibu yang teramat aku cintai,sayangi dan aku kagumi yaitu IBUKU yang telah melahirkanku, merawatku dan membimbingku hingga saat ini. Tak pernah bosan aku membayangkan, mengagumi dan seharusnya mencontoh kesabaran ibuku dalam menjalani kehidupannya hingga sekarang ini.

Aku kenal ibuku yang telah melahirkan 8 anak, hidup bersama ayahku yang kukenal bertemperamen agak galak dan penuh dengan kedisiplinan (maklum ayahku seorang guru yang pasti harus disiplin pada keluarganya seperti juga pada anak didiknya). Setelah berhenti bekerja alias telah datang masa pensiun ayahku jatuh sakit, penyakit yang banyak menyerang terutama kaum lanjut usia yaitu stroke. Bertahun-tahun sampai pada akhirnya ayahku meninggal, ibuku dengan penuh kesetiaan dan kesabaran, merawat dan melayani ayahku. Karena kami tinggal di kampung berjalan kaki jarak jauh tidak begitu terasa lelah karena suasananya yang damai, dan ibuku yang telah berusia 74 tahun selalu berjalan kaki bersama temannya untuk mengunjungi makam suami mereka masing-masig. Aku kagum dan bangga pada ibuku, Ya Allah….berikan selalu kesehatan, kesabaran, kebahagiaan dan panjang umur pada ibuku.

Setelah aku menikah, ada lagi sosok Ibu yang aku kagumi yaitu Ibu Mertua-ku, yang sampai sekarang beliau masih menjalankan aktivitasnya setiap hari. Di pagi itu kira-kira hampir subuh, aku mendengar orang sedang mandi, aku tanya pada suamiku, dia bilang Ibu yang sedang mandi. Aku pun melanjutkan penelusuran itu. Setelah adzan subuh ibu langsung sholat subuh dan tidak berapa lama langsung memakai baju hangat/jaket dan bergegas keluar rumah meski pekat masih menghiasi alam, dengan berjalan kaki menuju jalan raya dan pergi kepasar naik metromini meski hanya seorang diri, berdagang adalah pekerjaan setiap hari dan beliau seakan tiada peduli dengan apa yang akan terjadi.

Pekerjaan berdagang beliau jalani  semenjak ke tujuh anaknya masih kecil dan bersekolah, hal itu harus dilakukan karena  sesuatu hal  perpisahan dengan suaminya  harus terjadi. Apabila anak-anaknya sibuk dan tidak ada seorangpun yang datang untuk membantu menutup kios, maka sebelum sholat maghrib beliau harus menutup kiosnya seorang diri dengan mengangkat papan-papan kayu untuk menutupinya.

Maafkan kesalahan mantumu ini apabila telah salah dan lancang menuliskan tentang kekagumanku pada IBU/mertua-ku, yang pergi bekerja setiap pagi subuh dan pulang pukul 8 malam untuk menghidupi ke tujuh anaknya tanpa seorang pendamping/suami. Ya Allah…..berikan beliau Kesehatan, kesabaran, kekuatan, panjang umur dan kebahagiaan….

Agustus 3, 2007 Posted by | Uncategorized | 11 Komentar

1 cintaku untuk 2 laki2…..

Sulit untuk mengungkapkan betapa bahagianya aku mempunyai 2 laki-laki yang aku cintai dan sayangi dengan 1 cintaku dan 1 sayangku yang harus aku bagi sama rata Insya Allah…,mencari ataupun mendapatkan 1 cinta apalagi yang sejati/serius itu susah kan. Yang satu orangnya agak keras  dan yang satu lucu, aku sangat membutuhkan dua-duanya, aku ngak mau jauh dari mereka dan aku akan selalu siap untuk melayani mereka.

Jika malam tiba betapa bahagianya aku karena aku akan segera bertemu dengan keduanya, aku tengah sibuk dengan pekerjaan wajibku…dan ditengah kesibukanku, mataku selalu mampir melihat ke tempat tidur, betapa bersyukurnya aku melihat mereka terlelap dengan indahnya, betapa tidak aku melihat Suami ku dan disampingnya seorang anak laki-lakil mungil nan lucu yang selalu membuat aku ingin menciumnya, dia Anak pertamaku yang baru berusia 2 bulan lebih.

Hampir setiap hari aku tersenyum dan selalu bersyukur setiap melihat suami dan anakku tidur bersama  di satu tempat tidur itu, karena mereka 2 laki-laki yang selalu mengisi hari-hariku dengan penuh kebahagiaan dan kasih sayang…1 cintaku sebagai seorang istri dan seorang ibu untuk 2 laki-laki sekaligus yang sangat aku cintai.

Agustus 3, 2007 Posted by | Uncategorized | 1 Komentar